Teachers College UPH Collaborated with Habitat for Humanity in Empowering Village Community
12 Jul 2017

On June 12 and 14, 2017 Teachers College Universitas Pelita Harapan (TC UPH) held Students on Work (SoW) in the form of mass Community Service in Tanjung Anom and Margamulya village, Tangerang, and was attended by 600 TC UPH students.

According to Suparman, S.Pd., S.Th., M.Th., one of TC UPH lecturers who became the PIC event,  the implementation of this mass Community Service is based on several things. First, the vision of TC UPH is to develop Christian teachers who are responsive, reflective and responsible according to international standard, as well as they are able to teach in Indonesian culture context and possess a holistic view toward student learning.

Second, the presence of Habitat for Humanity community which was established to empower the society, especially the marginal with low socio-economic livelihood. As a community that has been cooperating with TC for a long period of time, TC UPH saw that this community needed to be assisted in implementing its vision, and TC UPH was willing to participate in it.

Third, TC UPH concerned about the village condition in Tanjung Anom and Magamulya that needed special assistance due to the limitations in various aspects of life, such as health, hygiene, economy, education, and many more. And of course the selection of these two villages was based on the proposal from Habitat for Humanity and survey that was conducted by TC UPH Community Service committee beforehand.

In this Community Service, TC UPH students gave training about health, computer, family financial management, basics of union, Early Childhood Education teachers training, and the cultivation of family medicinal plants around villagers’ residence. Through these activities, the villagers are increasingly have the awareness and can use those trainings to improve their life quality. As for the students themselves, this Community Service aims to increase awareness toward others in the society and also to be a channel to apply what they have learned in campus.

The benefits of this activity are also felt by students who involved directly with the villagers. Here are some of the students’ testimonies:

Elsa Hutapea (TC cohort 2016, Chemistry Education Study Program, from Medan, North Sumatera):

“As the head of committee, my main focus previously was on the smooth running of the event itself, I didn’t really acknowledge the most basic context, which is to serve. Seeing what God had done through this activity, I realize that many people need help, many places need attention and so many things have to be improved in Indonesia. I also thank God for Habitat for Humanity as His coworker that can help the lives of villagers at Tanjung Anom. I am grateful that through this event His name may increasingly be glorified.”

Awni (TC cohort 2015, English Education Study Program, from Wonosobo, Central Java):

“I am grateful, I realize that I must channel the knowledge I have learned to the society. I also realize that to be intelligent is not enough, but to have real action is much more needed because change happens when ideas and action go hand in hand. One of the graduates’ profiles in my campus, “compassion”, is to have impact to the society and I can feel that strongly through this Community Service.”

For the villagers, they also felt grateful for this activity. They are also enthusiastic in participating every training given to them. Seeing the positive response, TC UPH plans to make this program annually as one of a routine agendas of TC UPH Community Service.

Suparman hopes this Community Service also can be a channel where lecturers, staff and students interact directly and interactively with the society, so that every parties can live out their faith. This kind of Community Service has become the implementation of a responsive, reflective and participative faith.

Pada 12 dan 14 Juni 2017 Teachers College UPH (TC UPH) menyelenggarakan SoW (Students on Work) masal dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Tanjung Anom dan Margamulya, Tangerang, yang diikuti oleh 600 mahasiswa TC UPH.

Menurut Suparman, S.Pd., S.Th., M.Th., sebagai dosen yang menjadi penanggung jawab acara,  pelaksanaan PKM masal ini dilandasi oleh beberapa hal. Pertama adanya visi misi TC UPH yang ingin mengembangkan  guru-guru Kristen yang responsif, reflektif dan bertanggung jawab dengan standar internasional, dimana mereka mampu mengajar dalam konteks budaya Indonesia dan sekaligus memiliki pengertian yang holistik atas pembelajaran siswa.

Kedua adanya sebuah komunitas Habitat for Humanity yang dibentuk untuk memberdayakan masyarakat terutama kaum marginal yang memiliki kehidupan sosial ekonomi di bawah rata-rata. Sebagai komunitas yang memang sudah lama menjalin kerjasama dengan TC, maka TC UPH melihat bahwa komunitas ini membutuhkan bantuan untuk menjalankan visinya, dan TC UPH ingin terlibat dalam upaya pencapaian visi mereka.

Ketiga, adanya kepedulian TC UPH terhadap kondisi desa Tanjung Anom dan Margamulya yang membutuhkan bantuan khusus karena adanya keterbatasan dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya kesehatan, kebersihan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya; dan tentunya pemilihan kedua desa ini berdasarkan usulan Habitat for Humanity  dan panitia PKM UPH TC yang memang telah melakukan survei terlebih dahulu.

Dalam PKM ini para mahasiswa TC memberikan pelatihan mengenai kesehatan, komputer, manajemen keuangan keluarga, dasar-dasar koperasi, pelatihan bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekitar perumahan warga. Tentunya melalui kegiatan ini, para warga desa semakin memiliki kesadaran dan memanfaatkan pelatihan tersebut untuk semakin meningkat kualitas hidupnya. Bagi mahasiswa sendiri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dalam bermasyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari di kampus.

Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh mahasiswa yang turun ke masyarakat. Berikut pengakuan beberapa mahasiswa:

Elsa Hutapea (TC angkatan 2016, Prodi Pendidikan Kimia dari Medan, Sumatera Utara):

“Sebagai ketua acara, awal fokus saya hanya pada kelancaran jalannya acara, saya melupakan konteks dasarnya yaitu “melayani”. Melihat apa yang Tuhan kerjakan melalui kegiatan ini saya sadar bahwa banyak orang yang harus dibantu, banyak daerah yang butuh diperhatikan dan banyak hal yang sangat perlu dibenahi di Negara Indonesia ini. Saya juga bersyukur Tuhan pakai Habitat For Humanity sebagai rekan sekerjaNya yang bisa membantu kehidupan para warga di Tanjung Anom. Saya bersyukur melalui kegiatan ini nama Tuhan dapat semakin dimuliakan.”

Awni (TC angkatan 2015, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dari Wonosobo, Jawa Tengah):

“Saya bersyukur, saya merasa memang ilmu yang saya miliki seharusnya saya salurkan kepada masyarakat. Saya sadar bahwa menjadi orang pandai saja tidak cukup, butuh adanya tindakan karena perubahan akan terjadi jika ide dan tindakan dijalankan beriringan. Salah satu profil lulusan dalam kampus saya, compassion, (kepedulian dan empati kepada mereka yang menderita) yakni memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat dapat saya rasakan melalui kegiatan PKM ini.

Sementara masyarakat desa juga menyatakan rasa syukur dapat dibantu melalui kegiatan ini. Mereka antusias mengikuti setiap pelatihan yang diberikan. Melihat respon tersebut, TC UPH berencana akan melanjutkan program ini menjadi agenda rutin PKM TC UPH.

Suparman berharap PKM seperti ini juga dapat dijadikan media interaksi langsung antara dosen, staf, dan mahasiswa TC UPH dengan masyarakat, sehingga dapat semakin menghayati serta merefleksikan imannya secara nyata. Terlebih kegiatan PKM ini dapat dijadikan wujud nyata iman yang responsif, reflektif, dan partisipatif. (RH)

 

See Also: