Hero image Bukan Sekadar Sekolah Baru: Membangun Komunitas Pembelajaran untuk Masa Depan

Berita Terkini | Berita

Bukan Sekadar Sekolah Baru: Membangun Komunitas Pembelajaran untuk Masa Depan
11 September 2026

Sebuah sekolah lebih dari sekadar bangunan tempat anak-anak belajar. Ia adalah sebuah komunitas, tempat anak menemukan potensinya, belajar memahami dunia, membangun relasi, dan perlahan membentuk cara mereka menjalani kehidupan.

Karena itu, ketika sebuah sekolah hadir di tengah masyarakat, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apa yang akan diajarkan di dalam kelas, tetapi juga manusia seperti apa yang ingin dibentuk melalui pendidikan tersebut.

Gagasan inilah yang menjadi bagian dari kehadiran Sekolah Dian Harapan (SDH) Depok. Pada 8 Agustus 2026, SDH Depok secara resmi diluncurkan melalui Grand Launching, menandai langkah baru Pelita Harapan Group (PHG) dalam membangun komunitas pendidikan di Depok yang mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi masa depan sekaligus membentuk karakter yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Dalam sambutannya, Dr. Stephanie Riady, President of Pelita Harapan Group, menyampaikan bahwa kehadiran SDH Depok bukan sekadar tentang membuka sekolah baru, tetapi tentang membangun sebuah komunitas pembelajaran yang dapat bertumbuh bersama masyarakat.

"Setiap sekolah lahir karena sebuah alasan. Ada yang lahir karena kebutuhan, ada yang lahir karena peluang. Namun saya berharap SDH Depok dikenal sebagai sekolah yang lahir karena sebuah panggilan, yaitu panggilan untuk membentuk manusia."

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah perubahan yang semakin cepat. Anak-anak yang belajar hari ini akan memasuki dunia yang belum sepenuhnya dapat kita prediksi dengan perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan persoalan sosial yang semakin kompleks. Pendidikan karena itu perlu mempersiapkan mereka bukan hanya dengan apa yang sudah diketahui, tetapi dengan kemampuan untuk terus belajar, bertanya, berpikir, dan beradaptasi.

Salah satu wujud dari pendekatan tersebut di SDH Depok adalah penguatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). STEM bukan sekadar penguasaan mata pelajaran sains dan matematika, tetapi sebuah pendekatan yang mendorong siswa untuk memahami persoalan nyata, mengajukan pertanyaan, menggunakan bukti untuk membangun pemahaman, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, dan mengembangkan solusi melalui proses yang kolaboratif.

Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya belajar menemukan jawaban. Mereka juga belajar bagaimana menghadapi persoalan yang tidak memiliki jawaban sederhana seperti bagaimana menguji gagasan, menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, mendengarkan perspektif orang lain, dan memperbaiki solusi berdasarkan apa yang mereka temukan.

Kemampuan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir komputasional menjadi semakin penting dalam dunia yang terus berubah. Namun bagi PHG, kompetensi tersebut tidak berdiri sendiri. Pengetahuan dan keterampilan perlu berjalan bersama dengan karakter, integritas, empati, iman, dan kesadaran bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi orang lain.

Karena itu, lingkungan belajar SDH Depok dirancang untuk mendukung lebih dari sekadar penyampaian materi pelajaran. Kampus ini akan menyediakan smart classrooms, collaborative workspaces, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas olahraga. Ruang-ruang tersebut dirancang untuk memberi siswa kesempatan untuk mengeksplorasi, bekerja bersama, berkreasi, dan berkembang secara akademik, sosial, serta fisik.

Namun, kualitas pendidikan pada akhirnya tidak ditentukan oleh fasilitas semata. Yang membuat sebuah sekolah hidup adalah komunitas yang terbentuk di dalamnya.

Di SDH Depok, siswa akan menjadi bagian dari lingkungan yang mendorong mereka untuk belajar bersama, membangun hubungan yang bermakna, mengenali kekuatan dan tantangan dirinya, serta memahami bagaimana pilihan dan tindakan mereka dapat memengaruhi orang lain.

Pandangan ini juga sejalan dengan sambutan Pemerintah Kota Depok. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kehadiran sekolah menjadi lebih bermakna ketika ia tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Bagi PHG, pendidikan pada akhirnya adalah panggilan untuk membentuk manusia seutuhnya. Keberhasilan seorang siswa tidak hanya terlihat dari nilai atau prestasi yang diraih, tetapi juga dari karakter yang terbentuk, integritas yang dijaga, empati yang dikembangkan, dan bagaimana pengetahuan yang dimilikinya digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama.

SDH Depok dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2027 untuk jenjang Kindergarten hingga High School. Perjalanannya sebagai sebuah sekolah baru mungkin baru dimulai, tetapi tujuan pendidikannya jauh lebih panjang.

Sebab ketika seorang anak meninggalkan sekolah, yang dibawanya bukan hanya pengetahuan yang dipelajari di dalam kelas. Ia membawa cara berpikir, nilai, karakter, relasi, dan pengalaman yang akan membentuk pilihan-pilihannya di masa depan.

Dan mungkin di situlah ukuran sesungguhnya dari sebuah sekolah: bukan hanya seberapa banyak yang berhasil diajarkannya, tetapi manusia seperti apa yang berhasil dibentuknya.

Berita Terkait
Bagaimana Pekerjaan Kami Menyentuh Hidup Banyak Orang
SELENGKAPNYA
Bergabung Bersama Kami!

Jadilah bagian dari transformasi pendidikan di Indonesia

DUKUNG KAMI DUKUNG MEREKA